KARYA MUSIK & RAGAM MUSIK NUSANTARA
Negara Indonesia terdiri dari hamparan pulau dalam satu kesatuan Nusantara dari sabang sampai Merauke,yang masyarakatnya,bahasa dan seninya berbeda beda tapi tetap dalam wadah satu kesatuan, begitupun dengan musiknya,sehingga indonesia kaya akan musik dan budaya.Kita sebagai bangsa Indonesia harus senantiasa mencintai dan selalu melestarikan budaya kita sendiri..seperti dengan cara mempelajari alat musik diindonesia.dll...
Lahirnya suatu karya seni tidak terlepas dari adanya suatu dorongan pada diri seseorang,baik dari dalam maupun dari luar dirinya.Dorongan jiwa itulah yang kita namakan sebagai gagasan.Pada dasarnya sebuah gagasan harus mempunyai tujuan yang jelas.Gagasan yang baik tentunya dapat memberi manfaat bagi orang lain,serta memberi inspirasi dan memberi rasa keindahan.
Musik Nusantara daerah merupakan karya musik yang lahir,tumbuh dan berkembang didaerah itu sendiri atau daerah tertentu yang dalam perkembangan nya sangat diperlukan untuk berbagai kepentingan dimasyarakat.
A. RAGAM MUSIK DAERAH
Banyak sekali ragam musik daerah nusantara yang berkembang diindonesia karena setiap provinsi memiliki ciri khas musik yang berbeda beda,yang saya bahas digaris bawahi seputar ragam musik daerah setempat khususnya Jawa Barat
MUSIK DAERAH JAWA BARAT
Jawa barat dikenal sebagai daerah yang paling banyak memiliki berbagai jenis alat musik tradisional,diantaranya
a.Musik Angklung
Angklung adalah alat musik yang terbuat dari bambu,dimainkan dengan cara digoyangkan oleh tangan agar berbenturan satu sama yang lainnya.Angklung dimainkan secara berkelompok dalam arti tidak bisa dimainkan secara individual atau sendiri karena dalam bermain angklung dituntut adanya kebersamaan dan kekeluargaan yang menyeluruh untuk membawakan sebuah karya lagu.
b.Musik degung
Degung merupakan salah satu bentuk musik tradisional yang sampai saat ini tetap berjaya dimasyarakat sunda/Jawa Barat.
Selasa, 28 Februari 2017
Jumat, 07 Oktober 2016
kesimpulan makalah atletik
ATLETIK
Sejarah Atletik
Yunani adalah bangsa pertama yang menyelenggarakan perlombaan olahraga Atletik. Atletik sendiri berasal dari bahasa Yunani yaitu "Athlos" artinya adalah Lomba. Pada waktu itu cabang olahraga atletik dikenal dengan pentahlon atau panca lomba dan decathlon atau dasa lomba.
Pada sebuah Buku Odysus karya dari Hemerun menjelaskan jika petualangan Odysus saat berkunjung ke kepulauan di sebelah selatan Yunani disambut oleh kepala suku dengan mengadakan upacara penyambutan. Diacara tersebut ada beberapa lomba yang diperlombakan seperti lompat, lari, lempar cakram, gulat dan tinju. Sedangkan pada tahun 776 SM bangsa Yunani mengadakan Olympiade. Dalam lomba tersebut pemenang adalah yang menjadi juara Petahlon.
Olympiade yang modern dilaksanakan atas usulan dari seorang berasal dari Perancis yang bernama Baron Peire Louherbin pada tahun 1896 di Athena, Yunani. Dalam ajang ini cabang atletik merupakan tambang medali yang menjadi perebutan.
Organisasi Olahraga Atletik Internasional terbentuk pada 17 Juli 1912 di Stockhom, Swedia. Pembentukan tersebut bersamaan dengan Olympiade ke-5, Organisasi tersebut bernama “International Amateur Athletic Federation” atau dapat disingkat dengan IAAF.
Sejarah Atletik di Indonesia mulai terbentuk pada 3 September 1950, pada tahun tersebut Indonesia mendirikan Persatuan Atletik Seluruh Indonesia atau biasa disingkat dengan PASI.
ATLETIK
.
3. Olahraga Atletik
A. Lari
Pengertian Lari menurut kamus besar bahasa indonesi adalah Gerakan
melangkah dengan kecepatan tinggi, akan tetapi lari sangatlah berbeda
dengan melangkah dikarenakan ketika kita melakukan lari kaki tidak
bersamaan menyentuh tanah seperti kita berjalan. dalam Olahraga Atletik lari menjadi salah satu Nomor yang dipertandingkan dan dibagi kedalam 3 (tiga) macam diantaranya :
1. Lari jarak pendek
a. putra: 100 m, 200 m, dan 400 m
b. putri; 100 m, 200 m, dan 400 m
2. Lari Jarak Menengah
a. Putra : 800 m, 1500 m,, dan 3000 m (special Chose)
b. Putri: 800 m, 1500 m, dan 3000 m
3. Lari jarak Jauh Putra dan Putri 5000 dan 10000 m.
4. Lari Estafet
5. Lari Gawang
6. Lari Marathon Putra/Putri 42.195 m.
B. Lompat
Lompat menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah Bergerak dengan
mengangkat kaki yang diawali dengan awalan secara bersama sama, dalam
atletik lompat dibagi kedalam beberapa cabang yaitu :
1. Lompat tinggi
2. Lompat Jauh.
3. Lompat Galah
4. dan Lompat Jangkit
Pada dasarnya dalam melakukan lompatan ini ada beberapa Teknik bagian
yang sangat penting diantaranya adalah Teknik Awalan, tumpuan, Melayang
dan ketika mendarat.
C. Lempar.
Pengertian
Lempar Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah melontarkan
jauh-jauh suatu benda. Lempar termasuk
kedalam nomor yang dipertandingkan dalam Atletik. ada dua jenis nomor lempar yang
dipertandingkan dalam Atletik
diantaranya Lempar Lembing dan Lempar Cakram. Perbedaan Lempar Lembing
dan Lempar Cakram adalah pada benda yang dilemparkannya, untuk lempar
Lembing alat yang digunakan adalah berupa tongkat yang tebuat dari bambu
atau kayu dengan ujung yang runcing agar tongkat yang dilemparkan
tersebut dapat menancap pada arena lemparan. Sedangkan lempar cakram menggunakan alat yang terbuat dari karet berbentuk bundar
pipih seperti pesawat UFO.
Demikian Sobat, pengertian atletik, sejarah atletik di dunia maupun di
Indonesia serta sekilas mengenai olahraga yang ada pada cabang atletik
yaitu lari, lompat dan lempar. Semoga bermanfaat ya Sobat Sampai jumpa pada artikel selanjutnya....
PERMAINAN BOLA BASKET
PERMAINAN BOLA BASKET
Bola basket adalah suatu permainan yang dimainkan oleh dua regu dimana
masing-masing regu terdiri dari 5 orang pemain. Inti dari permainan ini adalah
berusaha mencari nilai atau angka sebanyak-banyaknya dengan cara memasukkan
bola ke keranjang (basket) lawan. Dalam memainkan bola, pemain dapat
mendorong bola, memukul bola dengan telapak tangan terbuka, melemparkan atau
menggiring bola ke segala penjuru dalam arena permainan.Bola basket sangat
cocok untuk ditonton karena biasa dimainkan di ruang olahraga tertutup dan
hanya memerlukan lapangan yang relatif kecil. Selain itu, bola basket mudah
dipelajari karena bentuk bolanya yang besar, sehingga tidak menyulitkan pemain
ketika memantulkan atau melempar bola tersebut. Bola basket adalah salah satu
olahraga yang paling digemari oleh penduduk Amerika Serikat dan penduduk di
belahan bumi lainnya, antara lain di Amerika Selatan, Eropa Selatan, Lithuania,
dan juga di Indonesia.
1. SEJARAH
Sejarah
perkembangan Basket dianggap sebagai olahraga unik karena diciptakan secara
tidak sengaja oleh seorang guru olahraga. Pada tahun 1891, Dr. James Naismith.,
seorang guru Olahraga asal Kanada yang mengajar di sebuah perguruan tinggi
untuk para siswa profesional di YMCA (sebuah wadah pemuda umat Kristen) di
Springfield, Massachusetts, harus membuat suatu permainan di ruang tertutup
untuk mengisi waktu para siswa pada masa liburan musim dingin di New
England.Terinspirasi dari permainan yang pernah ia mainkan saat kecil di Ontario,Naismith
menciptakan permainan yang sekarang dikenal sebagai bola basket pada 15
Desember 1891.
Menurut
cerita, setelah menolak beberapa gagasan karena dianggap terlalu keras dan
kurang cocok untuk dimainkan di gelanggang-gelanggang tertutup, dia lalu menulis
beberapa peraturan dasar, menempelkan sebuah keranjang di dinding ruang
gelanggang olahraga, dan meminta para siswanya untuk mulai memainkan permainan
ciptaannya itu.
Pertandingan
resmi bola basket yang pertama, diselenggarakan pada tanggal 20 Januari 1892 di
tempat kerja Dr. James Naismith.Basket ball(sebutan bagi olahraga ini dalam
bahasa Inggris), adalah sebutan yang digagas oleh salah seorang muridnya.
Olahraga ini pun menjadi segera terkenal di seantero Amerika Serikat. Penggemar
fanatiknya ditempatkan di seluruh cabang YMCA di Amerika Serikat. Pertandingan
demi pertandingan pun segera dilaksanakan di kota-kota di seluruh negara bagian
Amerika Serikat.
Pada
awalnya,setiap tim berjumlah sembilan orang dan tidak ada dribble,sehingga bola
hanya dapat berpindah melalui pass (lemparan). Sejarah peraturan permainan
basket diawali dari 13 aturan dasar yang ditulis sendiri oleh James Naismith.
Aturan dasar tersebut adalah sebagai berikut.
Bola dapat dilemparkan ke segala arah dengan menggunakan salah satu atau kedua tangan.
Bola dapat dipukul ke segala arah dengan menggunakan salah satu atau kedua tangan, tetapi tidak boleh dipukul menggunakan kepalan tangan (meninju).
Bola dapat dilemparkan ke segala arah dengan menggunakan salah satu atau kedua tangan.
Bola dapat dipukul ke segala arah dengan menggunakan salah satu atau kedua tangan, tetapi tidak boleh dipukul menggunakan kepalan tangan (meninju).
Pemain tidak
diperbolehkan berlari sambil memegang bola. Pemain harus melemparkan bola tersebut
dari titik tempat menerima bola, tetapi diperbolehkan apabila pemain tersebut
berlari pada kecepatan biasa.
Bola harus
dipegang di dalam atau diantara telapak tangan. Lengan atau anggota tubuh
lainnya tidak diperbolehkan memegang bola.
Pemain tidak
diperbolehkan menyeruduk, menahan, mendorong, memukul, atau menjegal pemain
lawan dengan cara bagaimanapun. Pelanggaran pertama terhadap peraturan ini akan
dihitung sebagai kesalahan, pelanggaran kedua akan diberi sanksi berupa
pendiskualifikasian pemain pelanggar hingga keranjang timnya dimasuki oleh bola
lawan, dan apabila pelanggaran tersebut dilakukan dengan tujuan untuk
mencederai lawan, maka pemain pelanggar akan dikenai hukuman tidak boleh ikut
bermain sepanjang pertandingan. Pada masa ini, pergantian pemain tidak
diperbolehkan.
Sebuah
kesalahan dibuat pemain apabila memukul bola dengan kepalan tangan (meninju),
melakukan pelanggaran terhadap aturan 3 dan 4, serta melanggar hal-hal yang
disebutkan pada aturan 5.
Apabila
salah satu pihak melakukan tiga kesalahan berturut-turut, maka kesalahan itu
akan dihitung sebagai gol untuk lawannya (berturut-turut berarti tanpa adanya
pelanggaran balik oleh lawan).
Gol terjadi apabila bola yang dilemparkan atau dipukul dari lapangan masuk ke dalam keranjang, dalam hal ini pemain yang menjaga keranjang tidak menyentuh atau mengganggu gol tersebut. Apabila bola terhenti di pinggir keranjang atau pemain lawan menggerakkan keranjang, maka hal tersebut tidak akan dihitung sebagai sebuah gol.
Gol terjadi apabila bola yang dilemparkan atau dipukul dari lapangan masuk ke dalam keranjang, dalam hal ini pemain yang menjaga keranjang tidak menyentuh atau mengganggu gol tersebut. Apabila bola terhenti di pinggir keranjang atau pemain lawan menggerakkan keranjang, maka hal tersebut tidak akan dihitung sebagai sebuah gol.
Apabila bola
keluar lapangan pertandingan, bola akan dilemparkan kembali ke dalam dan
dimainkan oleh pemain pertama yang menyentuhnya. Apabila terjadi perbedaan
pendapat tentang kepemilikan bola, maka wasitlah yang akan melemparkannya ke
dalam lapangan. Pelempar bola diberi waktu 5 detik untuk melemparkan bola dalam
genggamannya. Apabila ia memegang lebih lama dari waktu tersebut, maka
kepemilikan bola akan berpindah. Apabila salah satu pihak melakukan hal yang
dapat menunda pertandingan, maka wasit dapat memberi mereka sebuah peringatan
pelanggaran.
Wasit berhak
untuk memperhatikan permainan para pemain dan mencatat jumlah pelanggaran dan
memberi tahu wasit pembantu apabila terjadi pelanggaran berturut-turut. Wasit
memiliki hak penuh untuk mendiskualifikasi pemain yang melakukan pelanggaran
sesuai dengan yang tercantum dalam aturan 5.
Wasit
pembantu memperhatikan bola dan mengambil keputusan apabila bola dianggap telah
keluar lapangan, pergantian kepemilikan bola, serta menghitung waktu. Wasit
pembantu berhak menentukan sah tidaknya suatu gol dan menghitung jumlah gol
yang terjadi.
Waktu pertandingan adalah 4 quarter masing-masing 10 menit
Waktu pertandingan adalah 4 quarter masing-masing 10 menit
Pihak yang
berhasil memasukkan gol terbanyak akan dinyatakan sebagai pemenang.
Pada Agustus
1936, saat menghadiri Olimpiade Berlin 1936, ia dinamakan sebagai Presiden
Kehormatan Federasi Bola Basket Internasional.
Terlahir
sebagai warga Kanada, ia menjadi warga negara Amerika Serikat pada 4 Mei 1925.
Naismith meninggal dunia 28 November 1939, kurang dari enam bulan setelah menikah untuk kedua kalinya
.
Naismith meninggal dunia 28 November 1939, kurang dari enam bulan setelah menikah untuk kedua kalinya
.
Sejarah Masuknya Permainan Bola Basket Ke Indonesia
Pada tahun 1920-an, gelombang perantau-perantau dari
Cina masuk ke Indonesia. Mereka pun membawa permainan basket yang sudah dua
dasawarsa dikembangkan di sana. Para perantau itu membentuk komunitas sendiri
termasuk mendirikan sekolah Tionghoa. Akibatnya, basket cepat berkembang di
sekolah-sekolah Tionghoa. Di sekolah-sekolah Tionghoa itu, bola basket menjadi
salah satu olahraga wajib yang harus dimainkan oleh setiap siswa. Tidak heran
jika di setiap sekolah selalu ada lapangan basket. Tidak heran juga jika
pebasket-pebasket yang menonjol penampilannya berasal dari kalangan ini. Pada
era 1930-an perkumpulan-perkumpulan basket mulai terbentuk. Kota-kota besar
seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Semarang, Yogyakarta, dan Medan; menjadi
sentral berdirinya perkumpulan basket ini.
Usai Proklamasi Kemerdekaan, 17 Agustus 1945, olahraga
basket mulai dikenal luas di kota-kota yang menjadi basis perjuangan seperti
Yogyakarta dan Solo. Pada PON (Pekan Olahraga Nasional) I (1948) di Solo, bola
basket dimainkan untuk pertama kali di level nasional.
Pada tahun 1951, Maladi – salah satu tokoh olahraga
nasional, meminta Tonny Wend an Wim latumenten untuk membentuk organisasi
basket di Idonesia. Jabatan Maladi waktu itu adalah sekretaris Komite Olimpiade
Indonesia (KOI). Atas prakarsa kedua tokoh itu maka pada 23 Oktober 1995
dibentuklah organisasi dengan nama “persatuan Basket seluruh indonesia”. Pada
tahun 1955, diadakan penyempurnaan nama sesuai kaidah Bahasa Indonesia.
2 Tekhnik
Dasar Permainan Bola Basket
A. Passing
Macam –
macam passing :
1. Bounce Pass
Bounce
artinya memantul. Maka bounce pass adalah memberikan bola ke kawan dengan cara
dipantulkan ke tanah. teorinya adalah memantulkan ke tanah dengan titik pantul
2/3 jarak kita ke target kawan
2. Chest Pass
Chest
artinya dada. Chest pass adalah memberikan bola ke kawan dengan cara di passing
tepat diarah depan dada. kelebihan chest pass adalah lebih cepat, lebih kuat
untuk mencapai kawan. cocok untuk team dengan tipe quick passing
3. Overhead pass
Overhead
artinya diatas kepala. Overhead pass adalah memberikan passing ke kawan dengan
memegang bola diatas kepala, lalu lemparkan. overhead pass biasa digunakan pada
team dengan tipikal wall center. maksudnya center maupun pemain dengan badan
tinggi yang memiliki matchup lawan yang lebih kecil. maka overhead pass sangat
berguna.
4. Baseball
Pass
Passing yang
jika dilihat caranya mirip dengan orang melempar bola baseball ataupun bola
rugby. biasanya digunakan untuk long passing dalam fastbreak.
5. Jump Pass
Maksudnya
adalah gini, mungkin pernah lihat pemain yang seperti akan melakukan shooting
jump shoot, namun tiba tiba dia memberikan passing ke kawan. teknik ini sangat
tidak dianjurkan, karena biasanya akan terkena blok, tercuri, maupun salah
passing yang mengakibatkan turnover.
AKTIVITAS AIR
Aktivitas
Air (Akuatik) I
Gaya dada, Gaya bebas
Renang
adalah olahraga
yang melombakan kecepatan atlet
renang dalam berenang. Gaya renang
yang diperlombakan adalah gaya bebas, gaya kupu-kupu, gaya punggung,
dan gaya dada.
Perenang yang memenangkan lomba renang adalah perenang yang menyelesaikan jarak
lintasan tercepat. Pemenang babak penyisihan maju ke babak semifinal, dan
pemenang semifinal maju ke babak final.
Olahraga renang terdiri dari 4 gaya yaitu:
1. Gaya dada (katak)
2. Gaya bebas (crawl)
3. Gaya punggung (back crawl)
4. Gaya kupu-kupu
A. Gaya Dada
Gaya dada atau gaya katak adalah berenang dengan posisi dada menghadap
ke permukaan air, namun berbeda dari gaya bebas, batang tubuh selalu dalam
keadaan tetap. Kedua belah kaki menendang ke arah luar sementara kedua belah
tangan diluruskan ke depan. Kedua belah tangan dibuka ke
samping seperti gerakan membelah air agar badan maju lebih cepat ke depan.
Gerakan tubuh meniru gerakan katak sedang berenang sehingga disebut
gaya katak. Pernapasan dilakukan ketika mulut berada di permukaan air, setelah
satu kali gerakan tangan-kaki atau dua kali gerakan tangan-kaki.
Teknik
Dasar Renang Gaya Dada
1. Posisi Badan
Latihan teknik renang gaya dada yang pertama adalah latihan posisi badan ketika meluncur. Caranya adalah ketika meluncur posisi badan dengan seluruh anggota badan rileks, jangan sampai mengeluarkan tenaga lebih, badan harus horisontal, waktu meluncur posisi badan relatif di atas dengan posisi kepala kira-kira 80 % di dalam air dengan muka terangkat sedikit.
2. Mengapung dan Gerakan kaki
Latihan ini adalah bagi yang benar-benar belum dapat berenang. Latihan pertama adalah mengapung dan latihan gerakan kaki. Bagaimana cara latihan mengapung yang aman?
Teknik dasar mengapung dan gerakan kaki:
Sikap awal
- Kedua lengan/ tangan berpegangan pada tepian kolam
- Tubuh dan kedua kaki lurus ke belakang rata dengan permukaan air. Kepala atau muka menghadap ke depan.
Gerakan
Gerakan kaki
pada renang gaya dada terdiri dari dua bagian, yaitu gerakan perkembangan dan
gerakan tendangan. Cara melakukan gerakan itu adalah sebagai berikut:
- Dari posisi kedua kaki lurus kebelakang kemudian kedua kaki dibengkokkan pada panggul dan lutut dengan kedua tumit berdekatan.
- Sementara kedua tumit bergerak mendekati pantat, ujung kaki dibengkokkan ke arah samping. Tumit dan lutut direnggangkan berlahan-lahan.
- Setelah bengkok pada panggul dan lutut mencapai maksimum barulah gerakan tendangan dimulai
- Pertama-tama dorongan tungkai ke belakang dimaksudkan hanya untuk menempatkan ujung ke posisi yang paling efektif untuk mendorong air ke belakang
- Dorongan ke belakang dilakukan oleh kedua telapak kaki
- Kaki didorong keluar dan kebelakang pada saat lutut diluruskan. Gerakan ini harus diluruskan. Gerakan ini harus dilakukan dengan cepat dan kuat.
- Dorongan kebelakang dilakukan oleh telapak kaki
- Kaki didorong keluar ke belakang pada saat lutut diluruskan
- Gerakan berakhir dengan kedua tungkai diluruskan ke belakang
3. Gerakan
lengan
Latihan gerakan lengan renang gaya dada dapat dilakukan sebagai berikut:
- Dalam keadaan badan bungkuk berada di atas permukaan air, kedua tangan sejajar dengan bahu lurus ke depan dan seluruh jari-jari tangan rapat.
- Muka berada dipermukaan air
- Sambil menahan air, tarik kedua lengan ke arah samping bawah dengan siku lurus, kemudian pada saat siku di bawah dada, segera kedua siku dibengkokkan sehingga membentuk sudut kira-kira 45 derajat. Perlu diperhatikan pada saat menarik kedua lengan gerakannya seperti mendayung dan melampaui garis bahu.
- Pada saat menarik kedua lengan, telapak tangan menghadap ke samping dan ketika akan membentuk sudut, kedua telapak tangan kembali menghadap ke bawah
- Kemudian kedua tangan ditarik ke atas hingga di bawah dagu dengan telapak tangan menghadap ke bawah dan ibu jari tengah rapat
- Setelah lengan kembali di bawah dagu segera lengan kembali ke sikap permulaan
- Latihan dilakukan dengan berulang ulang
- Setelah latihan sambil jongkok atau membungkukkan badan di kolam yang dangkal telah dikuasai, latihan dilanjutkan di kolam yang sedang dibarengi dengan gerakan meluncur
Jika di
analisa, teknik gerakan lengan pada renang gaya dada dapat dibagi menjadi dua,
yaitu gerakan menarik dan gerakan istirahat. Gerakan menarik yaitu
menarik kedua telapak tangan ke belakang dengan kuat sampai segaris dengan bahu
dan posisi siku yang tinggi. Gerakan istirahat yaitu setelah telapak
tangan dan kedua siku rapat di bawah dada, selanjutnya kedua tangan didorong
lurus ke depan. Pada saat posisi lengan lurus kedepan horizontal, gerakan ini
merupakan saat istirahat untuk lengan
.
4. Gerakan
pengambilan napas
Teknik dasar
gerakan pernapasan
Sikap awal
- Berdiri di kolam dangkal, bungkukkan tubuh rata dengan air
- Muka menghadap ke depan diantara kedua lengan yang diluruskan ke depan
Gerakan
Pernapasan
- Pengambilan napas dilakukan dengan mengangkat kepala ke atas sehingga mulut sejajar dengan permukaan air
- Hal ini dimungkinkan karena waktunya bersamaan dengan saat kedua lengan menekan air ke bawah dan mendorong air ke dalam
- Ketika tangan sudah sampai di bawah dagu dan akan diluruskan ke depan secara berlahan-lahan. Kepala diturunkan dan udara dihembuskan di dalam air.
5. Teknik
Dasar Koordinasi Gerakan Renang Gaya Dada
Latihan
koordinasi gerakan renang gaya dada dilakukan secara terpadu dari semua unsur
yang ada pada renang gaya dada, yaitu mulai dari gerakan meluncur yang
dilanjtkan dengan gerakan kaki, lengan, dan pernapasan secara seksama.
Yang terpenting dari latihan koordinasi antara gerakan kaki dan gerakan
lengan. Gerakan kaki dan gerakan lengan adalah merupakan pengatur keseimbangan
dan tenaga penggerak atau pendorong. Latihan koordinasi renang gaya dada harus
dilakukan dengan teliti agar gerakan kontra atau tahanan air dapat diperkecil.
Bentuk-bentuk
latihan koordinasi gerakan:
a. Latihan
Satu Gerakan
Yaitu
latihan membiasakan dan merasakan irama dan pola gerak tubuh. Latihan satu
gerakan tangan dilanjutkan dengan satu gerakan kaki. Lakukan latihan hingga
mampu mencapai 10 - 15 meter dengan irama koordinasi yang baik.
b. Dua
gerakan tangan dengan satu gerakan kaki
Latihan ini
dilakukan dengan intensif di dalam kolam sampai mampu berenang sejauh 15 meter
dengan irama dan koordinasi yang baik.
2.
Gaya Bebas
Gaya bebas
adalah berenang dengan posisi dada menghadap ke
permukaan air. Kedua belah lengan secara bergantian digerakkan
jauh ke depan dengan gerakan mengayuh, sementara kedua belah kaki
secara bergantian "dicambukkan" naik turun ke atas dan ke bawah.
Sewaktu berenang gaya bebas, posisi wajah menghadap ke permukaan air.
Pernapasan dilakukan saat lengan digerakkan keluar dari air, saat tubuh menjadi
miring dan kepala berpaling ke samping. Sewaktu mengambil napas, perenang bisa
memilih untuk menoleh ke kiri atau ke kanan. Dibandingkan gaya berenang
lainnya, gaya bebas merupakan gaya berenang yang bisa membuat tubuh melaju
lebih cepat di air.
Teknik Dasar Renang Gaya Bebas
Teknik dasar
yang harus dikuasai dalam renang gaya bebas adalah sebagai berikut.
1. Posisi
tubuh di kolam
Posisi tubuh pada waktu renang gaya bebas harus rata-rata air (streamline) mulai dari kaki hingga kepala.
2. Latihan
meluncur
Cara melakukannya sebagai berikut.
a. Berdiri
di pinggir kolam dan salah satu kaki menempel pada dinding kolam.
b. Badan
dibungkukkan ke depan sejajar dengan permukaan air dan kedua lengan diluruskan.
c. Tolakan
kaki yang menempel pada dinding kolam sekuat-kuatnya dan pertahankan agar badan
tetap lurus.
d.
Pertahankan posisi kaki dan tangan tetap lurus sejajar dengan permukaan air
sampai berhenti. Usahakan jangan mengambil napas selama dalam keadaan meluncur.
e. Lakukan
berulang-ulang sampai memiliki kecepatan dan jauh ke depan.
3. Gerakan
kaki
Cara melakukannya sebagai berikut.
a. Latihan
gerakan kaki dapat dilakukan secara bersama-sama pada waktu latihan meluncur.
b. Atau
dengan cara berdiri menghadap dinding kolam, kedua tangan berpegangan pada
dinding kolam.
c. Kedua
kaki diluruskan ke belakang dengan posisi badan telungkup.
d. Kaki
digerakkan ke atas dan ke bawah secara bergantian dalam keadaan lemas (rileks).
e. Gerakan
kaki dimulai dari pangkal paha.
4. Gerakan tangan
a. Latihan di tempat
Cara melakukannya sebagai berikut.
1) Berdiri dengan badan dibungkukkan dan kedua tangan lurus.
2) Kemudian tangan kanan ditarik ke bawah sambil menekan air sampai berada di bawah badan.
3) Pada waktu tangan sampai di bawah badan, siku cepat dibengkokkan dan tangan diangkat.
4) Lakukan secara bergantian antara tangan kanan dan kiri.
5) Lakukan secara berulang-ulang.
b. Latihan sambil meluncur
Cara melakukannya sebagai berikut.
1) Kedua tangan dilemparkan ke depan secara bergantian kemudian tangan mendayung.
2) Pada waktu tangan mendayung, tubuh sedikit miring.
3) Agar tubuh dapat melaju lurus ke depan, tangan masuk ke kolam pada satu detik.
5. Pernapasan
Mengambil napas renang gaya bebas dilakukan dengan cara berikut.
a. Mengambil napas dengan memiringkan kepala hingga mulut di atas permukaan air, kemudian muka kembali menghadap ke dalam air untuk mengembuskan napas.
b. Mengambil napas hanya boleh memiringkan kepala ke satu arah, yaitu ke kanan atau kiri saja.
c. Gerakan mengambil napas dilakukan bersamaan tangan mendayung.
6. Koordinasi gerakan kaki dan lengan
Cara melakukannya sebagai berikut.
a. Meluncur di kolam renang.
b. Gerakkan kedua kaki ke atas dan ke bawah bergantian dengan pusat gerakan di pangkal paha.
c. Tarik lengan kanan ke bawah dada dengan siku ditekuk, kemudian melanjutkan dengan mendorong lengan kanan ke belakang sampai lurus. Telapak tangan menghadap ke belakang di samping paha.
d. Tarik lengan kanan ke atas dengan siku ditekuk, kemudian masukkan telapak tangan ke depan sampai lurus.
e. Tarik lengan kiri ke bawah seperti gerakan lengan kanan.
f. Gerakan lengan kanan dan kiri secara bergantian.
7. Koordinasi gerakan lengan dan pernapasan
Latihan koordinasi gerakan lengan dan mengambil napas dilakukan dengan cara berikut.
a. Posisi awal dengan meluncur disusul gerakan tangan.
b. Gerakan lengan dilemparkan ke depan secara bergantian.
c. Pada waktu mendayung, kepala dimiringkan ke satu arah untuk mengambil napas, kemudian muka kembali menghadap ke dalam air untuk mengembuskan udara.
d. Gerakan ini dilakukan secara terus-menerus.
8. Koordinasi teknik dasar renang gaya bebas
Latihan koordinasi teknik dasar renang gaya bebas sebagai berikut.
a. Posisi awal dengan meluncur.
b. Melakukan gerakan kaki dengan dipukulkan naik-turun secara bergantian.
c. Gerakan lengan dilempar ke depan secara bergantian.
d. Pada waktu lengan mendayung, kepala dimiringkan ke satu arah untuk mengambil napas, kemudian muka kembali menghadap ke dalam air.
sepak bola
Sepak Bola
Sepak bola adalah cabang olahraga yang menggunakan bola yang umumnya terbuat dari bahan kulit dan dimainkan oleh dua tim yang masing-masing beranggotakan 11 (sebelas) orang pemain inti dan beberapa pemain cadangan. Memasuki abad ke-21, olahraga ini telah dimainkan oleh lebih dari 250 juta orang di 200 negara, yang menjadikannya olahraga paling populer di dunia. Sepak bola bertujuan untuk mencetak gol sebanyak-banyaknya dengan menggunakan bola ke gawang lawan. Sepak bola dimainkan dalam lapangan terbuka yang berbentuk persegi panjang, di atas rumput atau rumput sintetis.
Secara umum, hanya penjaga gawang saja yang berhak menyentuh bola dengan tangan atau lengan di dalam daerah gawangnya, sedangkan 10 (sepuluh)
pemain lainnya diizinkan menggunakan seluruh tubuhnya selain tangan, biasanya
dengan kaki untuk menendang, dada untuk
mengontrol, dan kepala untuk menyundul bola. Tim yang
mencetak gol paling banyak pada akhir pertandingan adalah pemenangnya. Jika
hingga waktu berakhir masih berakhir imbang, maka dapat dilakukan undian, perpanjangan waktu maupun adu penalti, bergantung pada format penyelenggaraan kejuaraan.
Dari sebuah pertandingan resmi, 3 poin diberikan kepada tim pemenang, 0 poin
untuk tim yang kalah dan masing-masing 1 poin untuk dua tim yang bermain
imbang. Meskipun demikian, pemenang sebuah pertandingan sepak bola dapat
dibatalkan sewaktu-waktu atas skandal dan tindakan kriminal yang terbukti di kemudian hari. Sebuah laga sepak
bola dapat dimenangkan secara otomatis oleh sebuah tim dengan 3-0 apabila tim
lawan sengaja mengundurkan diri dari pertandingan (Walk Out).
Peraturan pertandingan secara umum diperbarui setiap
tahunnya oleh induk organisasi sepak bola internasional (FIFA), yang juga
menyelenggarakan Piala Dunia setiap empat tahun sekali.
A. Sejarah
Sejarah olahraga sepak bola dimulai sejak abad ke-2
dan ke-3 sebelum Masehi di Tiongkok. Pada masa Dinasti Han tersebut, masyarakat menggiring bola kulit dengan
menendangnya ke jaring kecil. Permainan serupa juga dimainkan di Jepang dengan sebutan Kemari. Sejarah olahraga sepak
bola dimulai sejak abad ke-2 dan ke-3 sebelum Masehi di Tiongkok. Pada masa Dinasti Han tersebut, masyarakat menggiring bola kulit dengan
menendangnya ke jaring kecil. Permainan serupa juga dimainkan di Jepang dengan sebutan Kemari. Di Italia, permainan menendang dan membawa bola juga digemari
terutama mulai abad ke-16.
Sepak bola modern mulai berkembang di Inggris dengan menetapkan peraturan-peraturan dasar dan
menjadi sangat digemari oleh banyak kalangan. Di beberapa kompetisi, permainan
ini menimbulkan banyak kekerasan selama pertandingan sehingga akhirnya Raja Edward III melarang olahraga ini dimainkan
pada tahun 1365. Raja James I dari Skotlandia juga mendukung larangan untuk memainkan sepak bola.
Pada tahun 1815, sebuah perkembangan besar menyebabkan sepak bola menjadi
terkenal di lingkungan universitas dan sekolah. Kelahiran sepak bola modern terjadi
di Freemasons Tavern pada tahun 1863 ketika 11 sekolah dan klub berkumpul dan
merumuskan aturan baku untuk permainan tersebut. Bersamaan dengan itu, terjadi
pemisahan yang jelas antara olahraga rugby dengan
sepak bola (soccer). Pada tahun 1869, membawa bola dengan tangan mulai
dilarang dalam sepak bola. Selama tahun 1800-an, olahraga tersebut dibawa oleh pelaut, pedagang, dan tentara Inggris ke berbagai belahan dunia. Pada
tahun 1904, asosiasi tertinggi sepak bola dunia (FIFA) dibentuk dan pada awal
tahun 1900-an, berbagai kompetisi dimainkan diberbagai negara. Sepak bola juga digemari terutama mulai
abad ke-16.
Sepak bola modern mulai berkembang di Inggris dengan menetapkan peraturan-peraturan dasar dan
menjadi sangat digemari oleh banyak kalangan. Di beberapa kompetisi, permainan
ini menimbulkan banyak kekerasan selama pertandingan sehingga akhirnya Raja Edward III melarang olahraga ini dimainkan
pada tahun 1365. Raja James I dari Skotlandia juga mendukung larangan untuk memainkan sepak bola.
Pada tahun 1815, sebuah perkembangan besar menyebabkan sepak bola menjadi
terkenal di lingkungan universitas dan sekolah. Kelahiran sepak bola modern terjadi di Freemasons
Tavern pada tahun 1863 ketika 11 sekolah dan klub berkumpul dan merumuskan
aturan baku untuk permainan tersebut. Bersamaan dengan itu, terjadi pemisahan
yang jelas antara olahraga rugby dengan sepak bola (soccer).
Pada tahun 1869, membawa bola dengan tangan mulai dilarang dalam sepak bola. Selama
tahun 1800-an, olahraga tersebut dibawa oleh pelaut, pedagang, dan tentara Inggris ke berbagai belahan dunia. Pada
tahun 1904, asosiasi tertinggi sepak bola dunia (FIFA) dibentuk dan pada awal
tahun 1900-an, berbagai kompetisi dimainkan diberbagai negara.
B. Posisi Pemain
Pada dasarnya, satu tim sepak bola terdiri dari 1
orang penjaga gawang, 2-4 orang pemain bertahan, 2-5 orang pemain tengah, dan 1-3 orang penyerang. Penjaga gawang (kiper) adalah satu-satunya
pemain dalam sebuah tim yang boleh menggunakan tangan untuk menghalangi bola
menuju gawang dari serangan tim lawan. Umumnya, penjaga gawang mengenakan
pakaian (jersey) yang berbeda dengan pemain lainnya. Pemain bertahan (back)
memiliki tugas utama untuk menghalangi dan menutup pergerakan tim lawan. Pemain
tengah (gelandang/playmaker) biasanya terdiri dari pemain tengah
serang yang bermain dekat dengan penyerang dan pemain tengah bertahan yang
bermain dekat dengan pemain bertahan. Tugas utama pemain tengah adalah mengatur
tempo permainan dan menjadi penyokong peran bek dan striker dalam tim. Terdapat
pula pemain sayap (winger) yang bertugas di sisi kanan atau kiri
lapangan. Penyerang (striker) memiliki tugas utama untuk mencetak gol ke gawang
lawan.
Kapten tim adalah
jabatan seseorang yang terpilih di antara para pemain yang bertugas
memimpin dan mengoordinasi para pemain agar bermain secara tim di lapangan. Tanda bahwa pemain sebagai kapten
tim adalah atribut ban (armband)
yang melingkar pada lengan atas. Pada awal sebuah laga resmi, Kapten dari dua
tim menjadi pemain terdepan ketika memasuki area lapangan diikuti kiper dan
para pemain lain. Biasanya, seorang Kapten menjadi penendang utama penalti
serta sebagai penerima pertama penyerahan piala atau gelar
juara sebuah turnamen.
Posisi dasar pemain dapat mengalami modifikasi menjadi
berbagai pola atau taktik permainan. Beberapa pola pemain yang sering digunakan
dalam berbagai kejuaraan adalah 4-4-2 (paling
sering digunakan), 3-4-2-1 (kekuatan
terletak di bagian tengah lapangan), serta 4-3-3 (formasi
klasik dari tahun 1970-an yang sering digunakan oleh sistem total football
Belanda dan Jerman Barat ).
C. Aturan
Untuk pertandingan internasional dewasa, lapangan
sepak bola internasional yang digunakan memiliki panjang yang berkisar antara
100-120 meter dan lebar 65-75 meter. Di bagian tengah kedua ujung lapangan,
terdapat area gawang yang berupa persegi empat berukuran dengan lebar 7.32
meter dan tinggi 2.44 meter. Di bagian depan dari gawang terdapat area pinalti
yang berjarak 16.5 meter dari gawang. Area ini merupakan batas kiper boleh
menangkap bola dengan tangan dan menentukan kapan sebuah pelanggaran
mendapatkan hadiah tendangan penalti atau tidak.
1. Lama permainan
Lama permainan sepak bola normal adalah 2 × 45 menit,
ditambah istirahat selama 15 menit di antara kedua babak. Jika kedudukan sama
imbang, maka diadakan perpanjangan waktu selama 2×15 menit, hingga didapat
pemenang, namun jika sama kuat maka diadakan adu penalti. Wasit dapat
menentukan berapa waktu tambahan di setiap akhir babak sebagai pengganti dari
waktu yang hilang akibat pergantian pemain, cedera yang membutuhkan pertolongan, ataupun penghentian
lainnya. Waktu tambahan ini disebut sebagai injury time atau stoppage
time.
Gol yang dicetak dalam perpanjangan waktu akan
dihitung menjadi skor akhir pertandingan, sedangkan gol dari adu penalti hanya
menentukan apabila suatu tim dapat melaju ke pertandingan selanjutnya ataupun
tidak (tidak mempengaruhi skor akhir). Pada akhir tahun 1990-an, International
Football Association Board (IFAB) memberlakukan sistem gol emas (golden gol) atau gol perak (silver gol) untuk menyelesaikan pertandingan.
Dalam sistem gol emas, tim yang pertama kali mencetak gol saat perpanjangan
waktu berlangsung akan menjadi pemenang, sedangkan dalam gol perak, tim yang
memimpin pada akhir babak perpanjangan waktu pertama akan keluar sebagai
pemenang. Kedua sistem tersebut tidak lagi digunakan oleh IFAB.
2. Pelanggaran
Apabila pemain melakukan pelanggaran yang cukup keras
maka wasit dapat memberikan peringatan dengan kartu kuning atau kartu merah.
Pertandingan akan dihentikan sesaat dan wasit menunjukkan kartu ke depan pemain
yang melanggar kemudian mencatat namanya di dalam buku. Kartu kuning merupakan
peringatan atas pelanggaran seperti bersikap tidak sportif, secara
terus-menerus melanggar peraturan, berselisih kata-kata atau tindakan, menunda
memulai kembali pertandingan, keluar-masuk pertandingan tanpa persetujuan
wasit, ataupun tidak menjaga jarak dari pemain lawan yang sedang melakukan
tendangan bebas atau lemparan ke dalam. Pemain yang menerima dua kartu kuning
akan mendapatkan kartu merah dan keluar dari pertandingan.
Pemain yang mendapatkan kartu merah harus keluar dari
pertandingan tanpa bisa digantikan dengan pemain lainnya. Beberapa contoh
tindakan yang dapat diganjar kartu merah adalah pelanggaran berat yang
membahayakan atau menyebabkan cedera parah pada lawan, meludah, melakukan
kekerasan, melanggar lawan yang sedang berusaha mencetak gol, menyentuh bola
dengan tangan untuk mencegah gol bagi semua pemain kecuali penjaga gawang , dan
menggunakan bahasa atau gerak tubuh yang cenderung menantang, pemain yang
berposisi sebagai penjaga gawang melakukan hands ball di luar kotak penalti.
3. Wasit dan petugas pertandingan
Dalam pertandingan profesional, terdapat 3 petugas
yang memimpin jalannya pertandingan, yaitu wasit, 2 hakim
garis, dan seorang petugas di pinggir tengah lapangan. Wasit memiliki peluit
yang menandakan apakah saat berhenti atau memulai memainkan bola. Dia juga
bertugas memberikan hukuman dan peringatan atas pelanggaran yang terjadi di
lapangan. Masing-masing penjaga garis bertanggung jawab mengawasi setengah
bagian dari lapangan. Mereka membawa bendera dengan warna terang untuk
menandakan adanya pelanggaran, bola keluar, ataupun offside. Biasanya mereka akan bergerak
mengikuti posisi pemain belakang terakhir.
Petugas terakhir memiliki tugas untuk mencatat semua
waktu yang sempat terhenti selama pertandingan berlangsung dan memberikan info
mengenai tambahan waktu di akhir setiap babak. Petugas ini juga bertugas
memeriksa pergantian pemain dan menjadi penghubung antara manajer tim dengan
wasit. Dalam beberapa pertandingan, teknologi penggunaan video atau
penggunaan orang kelima untuk menentukan ketepatan keputusan wasit mulai
digunakan. Misalnya yang menentukan apakah suatu bola telah melewati garis atau
apakah seorang pemain berada dalam keadaan offside ketika mencetak gol.
D. Teknik Dasar Permainan Sepak Bola
1. Menggiring Bola
Dribbling atau menggiring bola dalam sepak bola
amatlah utama. Lantaran dribbling merupakan satu diantara tehnik basic dalam
sepak bola. Saat anda tak mendapatkan rekan yang dapat diumpan, Anda mesti
mendribbling atau menggiring bola itu.
Demikian juga saat mengumpan dapat menyebabkan
offside, Anda mungkin saja mesti menggiring. Menggiring pada intinya dibedakan
jadi dua : closed dribbling serta speed dribbling. Closed dribbling dikerjakan
dengan kontrol penuh atas bola, dikerjakan saat bola tak betul-betul aman dari
lawan kita
.
.
Pada closed dribbling, bola tak bisa ada lebih dari 1
meter didepan kaki kita. Adapun speed dribbling cuma mempunyai satu arah :
kecepatan.
Pada speed dribbling, kita menggiring bola dengan lari
secepatnya. Dapat dilakukan dengan menendang bola kedepan lantas kita kejar
sekuat-kuatnya. Tetapi prasyaratnya, kita betul-betul bebas dari desakan lawan.
2. Menendang
Untuk lakukan sepakan yang baik, anda mesti lakukan
koordinasi pada semua anggota badan anda. Di bawah ini merupakan tehnik
menendang yang benar dengan koordinasi dari semua anggota tubuh.
a)
Posisi Kepala
Yang disebut
dengan posisi kepala yakni saat sebelum menendang bola futsal lovers sebaiknya
merekam keadaan lapangan, di mana posisi rekan serta lawan ada, supaya futsal
lovers bisa memastikan kearah mana bola bakal ditendang. Sesudah terekam semuanya,
kepala lalu menghadap ke bola serta mata mengkoordinasikan sisi dari bola mana
yang bakal ditendang.
b)
Posisi
Kaki
Bila posisi
kaki ada di segi depan bola, jadi bola bakal jalan lurus serta mendatar di
tanah. Bila posisi kaki ada disisi samping bola jadi tidaklah terlalu kencang
larinya. Sedang bila posisi ada di segi belakang bola, jadi akhirnya bola bakal
melambung tinggi.
c)
Sisi dari
bola yang bakal ditendang
Dalam
menendang sisi mana bola yang bakal ditendang bakal punya pengaruh pada
jalannya bola. Bila menendang segi kiri bola, jadi bola bakal bergerak
melengkung ke kanan. Bila menendang pas dibagian tengah bola, jadi bola bakal
bergerak lurus ke depan. Bila menendang dari segi kanan bola, jadi bola bakal
bergerak menlengkung ke kiri. Sedang bila menendang pas di atas bola, besar
kemungkinan bola akan tidak bergerak kemana-mana. Apabila anda menendang pas
dibagian bawah bola jadi bola terangkat dan melambung ke depan.
d)
Kemampuan
Kaki
Laju cepat
atau lambatnya bola ditetapkan oleh seberapa kuat kaki anda sebelumnya
menendang atau lakukan ancang-ancang.
e)
Sisi kaki
untuk menendang
Daerah segi
dalam kaki semakin banyak dipakai pada permainan futsal. Karena tingkat
keakuratannya cukup tinggi dalam lakukan passing atau umpan.
f)
Teknik
Menendang
Ada enam tehnik
langkah menendang bola. Sebagian dari tehnik itu kerap kita kerjakan, tetapi
sebagian yang lain diperlukan tehnik latihan sendiri. Ketujuh tehnik itu:
- Menendang dengan sisi dalam kaki
- Menendang dengan sisi luar kaki
- Menendang dengan punggung kaki (kura-kura)
- Menendang dengan punggung sisi dalam kaki
- Menendang dengan tumit
- Menendang dengan ujung jari kaki/sepatu
- Mengangkat bola dengan ujung jari kaki/sepatu
3.
Mengumpan
Mengumpan serta menerima bola merupakan yang paling
penting dari sepakbola. Siapa tak bisa passing, ia tak bisa bermain sepakbola.
Kenapa umpan? Lantaran mengumpan lebih efektif dari pada menggiring. Camkan
juga kalau pembawa bola yang baik senantiasa mengumpan bola sebelum ia ‘habis’.
Jadi janganlah bila telah ‘habis’ baru mengumpankan bolanya. Sebab bila sekian,
bolanya tentu bola yang ‘tidak enak’.
Sebagian
kekeliruan dalam mengumpan :
- Laju bola tidak pas dengan jarak passing (sangat keras atau sangat lembek). Bila sangat keras, bola tidak terjangkau rekan. Bila sangat lembek, bola terpotong lawan.
- Umpan tak akurat.
- Mengumpan padahal waktunya menembak
- Jangan sampai asal tendang bola (terkecuali dalam kondisi genting didepan gawang). Saksikan kondisi lantas ambillah ketentuan yang paling baik. Masalah visi, posisikan diri senantiasa mempunyai pandangan terbuka pada lapangan.
Mengumpan tak mesti pas ke orangnya. Bila rekan kita
tengah lari, kita memberikannya umpan pada ruang kosong didepannya. Bila kita
mau rekan kita merangsek ke depan kurun waktu yang lebih cepat, kita memberikan
umpan pada ruangan kosong didepannya hingga ia lari kedepan untuk menguber bola
itu.
Terima bola tidak selalu mesti menghentikannya. Dapat
segera diarahkan pada rekan. Diarahkan ke arah kita bakal berlari membawa bola
(sehigga lebih irit waktu). Diarahkan ke arah kosong menjauh dari lawan paling
dekat (untuk kurangi pressing pada diri kita). Sebagian jenis jenis passing
yaitu umpan 1-2 (wall pass), umpan terobosan (through pass), umpan silang
(crossing), serta umpan diagonal.
4. Mengontrol Bola
Hentikan bola adalah satu diantara tehnik basic dalam
permainan sepakbola yang pemakaianya berbarengan dengan tehnik menendang bola.
Maksud menghentikan bola yaitu untuk mengontrol bola, yang termasuk juga
didalamnya yaitu untuk mengatur tempo permainan, mengalihkan laju permainan,
serta mempermudah untuk passing.
Panduan panduan dalam
mengontrol bola :
- Posisi tubuh segaris dengan datangnya bola.
- Kaki tumpu menghadap pada boladengan lutut sedikit ditekut.
- Kaki penghenti diangkat sedikit deengan permukaan sisi dalam kakidijulurkan kedepan segaris dengan datangnya bola.
- Bola menyentuh kaki persis di bagian dalam/mata kaki.
- Kaki penghenti ikuti arah bola. Untuk tehnik hentikan bola masihlah ada banyak langkah yang bisa dikerjakan salah satunya yakni memakai Punggung kaki, Paha, Dada, dan Kepala jika sangat mungkin.
5. Menyundul Bola
Maksud menyundul bola dalam permainan sepak bola yaitu
untuk mengoper, cetak gol, mematahkan serangan lawan atau buang bola. Banyak
gol terwujud dalam permainan sepak bola dari hasil sundulan kepala. Pemain
mesti belajar untuk menyundul bola memakai dahi, bukanlah ubun-ubun kepala.
Pemain mesti sadar kalau mereka yang bakal menyundul
bola, bukanlah bola yang mengenai mereka. Dilihat dari posisi badannya,
menyundul bola bisa dikerjakan sembari berdiri serta sembari meloncat/melompat.
6. Gerakan Merebut Bola (Teknik Basic)
Teknik basic ini butuh dikerjakan bersama rekan,
karena dasarnya yaitu merebut bola dari kaki lawan. Ada perlu belajar membaca
gerakan lawan serta upayakan membaca gerakan bola dari pada menghadap secara
fisik lawan main.
Saat anda mendalami gerak tipu tanpa ada bola anda
dapat juga mengaplikasikan gerak tipu untuk merebut bola dari lawan. Hal yang
paling gampang dalam intercept yaitu menghadang laju bola yang diumpan dengan
cara long pass.
7. Gerakan Menyapu Bola (Sliding
Tackle)
Sliding tackle adalah gerakan merebut bola yang sesungguhnya cukup rawan untuk dilakukan serta mendapatkan kartu. Tehnik yang butuh dipelajari yaitu meluncur dengan menjatuhkan tubuh ke rumput.
Anda juga butuh memerhatikan timing untuk melalukan sliding tackle lantaran salah sedikit perkiraan waktu bisa menghasilkan kartu dari wasit. Hal yang tidak diijinkan dalam Sliding tackle yaitu lakukan dari belakang lawan, tackle dengan tehnik menggunting serta mengangkat kaki keatas saat lakukan tackle.
8. Gerakan Menangkap Bola (Untuk Kiper)
Tehnik basic menangkap bola cuma berlaku untuk kiper,
sudah pasti lantaran dalam permainan sepak bola, pemain tak bisa menyentuh bola
terkecuali penjaga gawang. Latihan yang umum dikerjakan yaitu menangkap bola
dari kanan atau kiri atau dapat pula dengan tembakan pinalti.
E. Kejuaraan Internasional
Kejuaraan sepak bola internasional terbesar ialah Piala Dunia yang diselenggarakan oleh Fédération Internationale de Football Association (FIFA). Piala Dunia diadakan setiap empat tahun sekali dan dimulai di Uruguay pada tahun 1930. Pencetus ide tersebut adalah Jules Rimet, seorang pengacara dan pengusaha Perancis yang terinspirasi setelah menonton Olimpiade Paris tahun 1924.
Kompetisi international tertua di dunia adalah Copa America yang mempertandingkan tim-tim dalam wilayah Amerika Selatan setiap dua tahun sekali. Copa America pertama kali diadakan tahun 1916 dan diikuti oleh 10 negara yang akhirnya membentuk The South American Football Confederation (Conmebol). Untuk wilayah Amerika Utara, The Confederation of North, Central American and Caribbean Association Football (CONCACAF) menyelenggarakan kompetisi internasional setiap empat tahun sekali yang disebut Piala Emas CONCACAF. Di kawasan Asia, termasuk Australia dan Timor Leste negara-negara yang tergabung dalam Asian Football Confederation (AFC), mengadakan kompetisi internasional pertama tingkat Asia pada tahun 1956 di Hongkong yang disebut Piala Asia. Pada tahun 1960, kompetisi tingkat regional Eropa diadakan untuk pertama kalinya dengan nama European Nations' Cup yang kemudian disebut sebagai UEFA European Championship (Piala Eropa atau EURO). Di wilayah Oseania (meliputi Selandia Baru, dan berbagai Kepulauan Pasifik), kompetisi international setiap dua tahun dimulai sejak tahun 1996 disebut Piala Oseania. Untuk wilayah Afrika, kompetisi Piala Afrika mulai diadakan sejak 1957 di Khartoum.
F. Sepak bola di Indonesia
Sejarah sepak bola di Indonesia diawali dengan berdirinya Persatuan Sepak Bola
Seluruh Indonesia (PSSI) di Yogyakarta pada 19 April 1930 dengan pimpinan Soeratin Sosrosoegondo. Dalam kongres PSSI di Solo, organisasi
tersebut mengalami perubahan nama menjadi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia. Sejak saat itu, kegiatan sepak bola semakin sering
digerakkan oleh PSSI dan makin banyak rakyat bermain di jalan atau alun-alun tempat Kompetisi I Perserikatan diadakan. Sebagai bentuk dukungan terhadap
kebangkitan "Sepak Bola Kebangsaan", Paku Buwono X mendirikan stadion Sriwedari yang membuat persepak bolaan Indonesia semakin
gencar.
Sepeninggalan Soeratin Sosrosoegondo, prestasi tim nasional sepak bola Indonesia tidak terlalu memuaskan karena pembinaan tim nasional tidak diimbangi dengan pengembangan organisasi dan kompetisi. Pada era sebelum tahun 1970-an, beberapa pemain Indonesia sempat bersaing dalam kompetisi internasional, di antaranya Ramang, Sucipto Suntoro, Ronny Pattinasarani, dan Tan Liong Houw. Dalam perkembangannya, PSSI telah memperluas kompetisi sepak bola dalam negeri, di antaranya dengan penyelenggaraan Liga Super Indonesia, Divisi Utama, Divisi Satu, dan Divisi Dua untuk pemain non amatir, serta Divisi Tiga untuk pemain amatir. Selain itu, PSSI juga aktif mengembangkan kompetisi sepak bola wanita dan kompetisi dalam kelompok umur tertentu (U-15, U-17, U-19,U21, dan U-23).
Langganan:
Postingan (Atom)

